Selasa, 30 April 2013

VARIABEL DATA

Dalam sebuah penelitian, jika peneliti sudah memiliki hipotesis langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis yang ada yaitu dengan mengolah data yang ada. Data penelitian pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi data subyek, data fisik dan documenter.
1.)    Data subyek merupakan jenis data peneltian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seserorang atau sekelompok orang yang memiliki subyek penelitan (responden).
2.)    Data fisik adalah jenis data penelitian yang berupa obyek atau benda-benda fisik, anatara lain dalam bentuk : bangunan atau bagian dari bangunan, pakaian, buku, dan senjata atau benda yang berwujud lainnya.
3.)    Data documenter ialah jenis data peneltian yang antara lain berupa faktur, jurnal, surat-surat, notulen hasil rapat, memo atau dalam bentuk laporan program.
Proses penelitian adalah adanya data, data dapat berupa sampel maupun populasi. Pengertian populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. Selanjutnya pengertian sampel ialah sebagian dari elemen-elemen populasi yang diambil atau digunakan baik secara acak ataupun tersusun yang sekiranya dapat mewakili sebuah populasi.
Selanjutnya meliputi varibel, pengertiannya ialah segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai. Variable dapat diukur dengan berbagai macam nilai tergantung pada construct yang diwakilinya. Variable penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa pendekatan, diantaranya adalah berdasarkan : fungsi varibel, skala nilai variable, dan perlakuan terhadap variable.
Fungsi variable dalam ubungan antar variable yaitu : variable independent, variable dependen, variable moderating dan variable intervening.
Variable independen merupakan tipe variable yang menjelaskan atau mempengaruhi variable lain. Variable dependen adalah tipe variable yang dijelaskan atau dipengarhui oleh variable independen. Variable moderat ialah tipe variable-variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variable independen dengan variable dependen. Variable tipe ini mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah hubungan antar variable. Variable intervening adalah tipe variable-variabel yang mempengaruhi hubungan antar variable independen dengan variable dependen menjadi hubungan tidak langsung. Sehingga varibel independen tidak langsung menjelaskan atau mempengaruhi variable dependen.

Tentu sangat dibutuhkan variable yang benar dalam melakukan sebuah penelitian, agar penelitian terarah dengan baik untuk mencapai tujuan penelitian. Sehingga peneliti harus memperhatikan jenis penelitian yang sedang dilakukan untuk menggunakan variable yang dibutuhkan dalam penelitian yang bersangkutan.



Sumber : Buku Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen karangan Nur Indriantoro dan Bambang supomo tahun 2002 penerbit BPFE Jogjakarta.




Sabtu, 20 April 2013

HIPOTESIS

Pengertian hipotetsis :
Untuk materi selanjutnya yang akan dibahas disini adalah hipotesis. Dalam melakukan sebah penelitian bisnis diperlukan sebuah hipotesis, hipotesis merupakan argumen sementara secara bahasa simpelnya. Untuk  pegertian detailnya hipotesis merupakan proposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris. Proporsi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji kebenarannya, mengenai konsep yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena.

Kegunaan hipotesis :
1.)    Hipotesis menjelaskan masalah penelitian dan pemecahannya secara rasional.
2.)    Hipotesis menyatakan variable-variabel penelitian yang perlu diuji secara empiris.
3.)    Hipotesis digunakan sebagai pedoman untuk memilih metode-metode pengujian data.
4.)    Hipotesis menjadi dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.
Untuk itu dalam membuat hipotesis tidak sembarangan atau tidak mengikuti penelitian sebelumnya secara sama, oleh karenanya kita sebagai peneliti harus memperhatikan definisi hipotesis dan kegunaan hipotesis dalam melakuakan kajian penelitian. Agar tepat sasaran maka diperlukan pengetahuan mengenai ciri-ciri hipotesis yang baik. Berikut akan diuraikan mengenai cirri-ciri hipotesis yang baik.
Ciri-ciri hipotesis yang baik :
1.)    Berupa pernyataan yang mengarah pada tercapainya tujuan penelitian.
2.)    Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris.
3.)    Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya.
Selanjutnya hipotesis dapat dirumuskan dalam bentuk :
1.)    Proporsi yang dapat diuji.
2.)    Pernyataan “jika-maka”
3.)    Hipotesis nol
4.)    Hipotesis alternatif
Yang biasa digunakan dalam penelitian adalah adanya hipotesis awal atau hipotesis nol kemudian yang dibarengi dengan adanya hipotesis alternatif. Hipotesis alternatif merupakan sebuah hipotesis jika hipotesis nol tidak dapat diterima atau ditolak.
Menulis bukanlah hal yang sulit sebenarnya, jika peneliti dapat memahami konsep penelitian maka peneliti akan dengan mudah melakukan sebuah penelitian. Tidak percaya? Silahkan mencoba J

Sumber : Buku Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen karangan Nur Indriantoro dan Bambang supomo tahun 2002 penerbit BPFE Jogjakarta.



Rabu, 10 April 2013

METODE ILMIAH

METODE ILMIAH
Suatu perusahaan yang memiliki banyak laba belum tentu memiliki banyak laba bersih yang banyak, juga dengan laporan keuangan yang memiliki angka tinggi belum tentu merupakan kategori kinerja keuangannya sehat atau baik. Untuk itu diperlukan kajian mengenai hal tersebut, maka dilakukanlah sebuah penelitian. Dalam melakukan sebuah penelitian memerlukan metode ilmiahnya. Mengapa? Karena dalam membenarkan suatu argumen harus dengan bahasan ilmiah yang dapat diterima.
Menurut Wikipedia, metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Peneliti melakukan penelitian dengan merumuskan argument yang disebut dengan hipotesis. Hipotesis inilah yang akan diuji dengan metode ilmiah.
Unsure dari metode ilmiah ada 4, yaitu :
1.      Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran).
2.      Hipotesis (penjelasan teoritis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran).
3.      Prediksi (deduksi logis dari hipotesis).
4.      Eksperimen (pengujian atas semua hal diatas).
Karakterisasi metode ilmiah yaitu adanya tujuan penelitian, adanya metode penelitian dan ubungan penelitian dengan ilmu.
Tujuan penelitian :
1.)    Untuk mengembangkan penelitian
2.)    Untuk memecahkan masalah dan menjawab pertanyaan penelitian.
Tujuan pertama bersifat jangka panjang, karena tidak terkait langsung dengan pemecahan masalah praktis. Tujuan kedua merupakan tujuan yang bersifat jangka pendek, karena hasil ini menekankan pada pemecahan masalah praktis untuk pertimbangan dalam pembbuatan keputusan bisnis.
Metode penelitian, bahwa penelitian merupakan usaha penyelidikan yang sistematis dan terorganisasi. Metode penelitian berisis pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian.
Penelitian dan ilmu, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan.
Dalam melakukan penelitian pun ada langkah-langkah yang harus ditempuh, tidak sembarang melakukan penelitian. Ada 4 tahap dalam yaitu :
1.)    Masalah atau pertanyaan penelitian
Dalam tahap ini, merupakan tahap awal yang penting karena untuk melakukan penelitian diperlukan sebuah masalah karena tujuan penelitian adalah memecahkan masalah.
2.)    Telaah teoritis
Merupakan kajian teori sebgai dasar dalam menghasilkan jawaban yang dapat diterima sebagai sumber kebenaran.
3.)    Pengujian fakta
Terdiri atas proses pemilihan, pengumpulan dan analisis fakta yang terkait dengan masalah yang diteliti.
4.)    Kesimpulan
Hasil akhir dari pengujian fakta, dimana peneliti harus melakukan rangkuman dalam menjawab masalah atau pertanyaan penelitian untuk pengambilan keputusan.

Sehingga untuk melakukan penelitian yang baik diperlukan metode yang baik agar masalah yang ada dapat terpecahkan secara ilmiah dan ilmu yang digunakan dapat bermanfaat. Selamat mencoba untuk melakukan penelitian kecil pembaca J




Sumber :
Wikepedia Indonesia
Buku Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen karangan Nur Indriantoro dan Bambang supomo tahun 2002 penerbit BPFE Jogjakarta.