Jumat, 29 Maret 2013

MEMBEDAKAN KARYA TULIS


1.     Karya ilmiah (bahasa Inggrisscientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalahlaporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Suatu karya tulis ilmiah baru dapat disebut ilmiah apabila memenuhi tiga syarat berikut :
1.)  Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
2.)  Karya tulis tersebut menggunakan metode ilmiah atau cara berpikir ilmiah.
3.)  Sosok penampilannya sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai suatu tulisan keilmuan.
Sementara itu, ciri-ciri karya tulis ilmiah adalah :
1.)  Mengikuti metode keilmuan, yaitu gabungan cara berpikir rasional dan empiris (deduktif dan induktif)
2.)  Runtut, sistematis, dan akurat atau teliti
3.)  Objektif, lugas, dan dapat dipercaya
4.)  Dapat dikaji atau diteliti ulang dan dibuktikan
5.)  Terbuka untuk umum
Manfaat penyusunan karya ilmiah :
ü  Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
ü  Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
ü  Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
ü  Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
ü  Memperoleh kepuasan intelektual;
ü  Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
ü  Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Sistematika penulisan karya ilmiah

Bagian Pembuka

·         Cover
·         Halaman judul.
·         Halaman pengesahan.
·         Abstraksi
·         Kata pengantar.
·         Daftar isi.
·         Ringkasan isi.

Bagian Isi

Pendahuluan

·         Latar belakang masalah.
·         Perumusan masalah.
·         Pembahasan/pembatasan masalah.
·         Tujuan penelitian.
·         Manfaat penelitian.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

·         Pembahasan teori
·         Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
·         Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian

·         Waktu dan tempat penelitian.
·         Metode dan rancangan penelitian
·         Populasi dan sampel.
·         Instrumen penelitian.
·         Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian

·         Jabaran varibel penelitian.
·         Hasil penelitian.
·         Pengajuan hipotesis.
·         Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

Bagian penunjang

·         Daftar pustaka.
·         Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
·         Daftar Tabel

2.     Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:
o   Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
o   Fakta yang disimpulkan subyektif,
o   Gaya bahasa konotatif dan populer,
o   Tidak memuat hipotesis,
o   Penyajian dibarengi dengan sejarah,
o   Bersifat imajinatif,
o   Situasi didramatisir,
o   Bersifat persuasif.
o   Tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:
a)     Dongeng
b)    Cerpen
c)     Novel
d)    Drama
e)     Roman.

3.     Karangan Semi Ilmiah
Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

4.     Sikap Ilmiah
Sikap-sikap yg harus d terapkan oleh si peneliti :
-      Memiliki rasa ingin tahu (koriositas) dan kemauan belajar yang tinggi.
-      Tidak dapat menerima kebenaran tanpa ada buki atau fakta
-      Jujur (obyektif)
seorang sainstis harus bersikap jujur, artinya selalu menerima kenyataan dari hasil penelitiannya dan tidak mengada-ada serta tidak boleh mengubah data hasil penelitiannya.
-   Tekun
Berarti tidak mudah putus asa. Dalam melakukan penelitian terhadap suatu masalah tidak boleh mudah putus asa. Seringkali dalam membuktikan suatu masalah, penelitian harus diulang-ulang untuk mendapatkan data yang akurat. Dengan data yang akurat maka kesimpulan yang didapat juga lebih akurat.
-      Terbuka
Menghargai setiap pendapat atau gagasan yang baru, tidak boleh mengklaim diri kita yang paling benar atau paling hebat. Kalau ada pendapat lain yang lebih benar/tepat, kita harus menerimanya
-Toleransi
Tidak menganggap pendapat dirinya paling benar
-Skiptis,
-Optimis, Kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda
-Kreatif, Proses pertumbuhan hingga peka akan permasalahan untuk kesempurnaan.
-Pemberani, Kebenaran adalah suatu usaha yang keras dan banyak tantangan
-Teliti
Teliti artinya bertindak hati-hati, tidak ceroboh. Dengan tindakan yang teliti dalam melakukan penelitian, akan mengurangi kesalahan-kesalahan sehingga menghasilkan data yang baik.

http://idtesis.com/mengenal-jenis-jenis-karya-tulis-ilmiah/


Sabtu, 23 Maret 2013

DEDUKTIF



Deduktif: yaitu teknik membuat simpulan yang bertolak dari suatu kesimpulan umum, kemudian dijabarkan contoh-contoh yang mengandung ciri-ciri umum itu.
Paragraph deduktif adalah paragraph yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya umum menuju khusus.
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa paragraf deduktif merupakan sebuah deduktif dimana untuk menarik kesimpulan didapatkan dari kalimat yang bersifat umum yang diikuti dengan kalimat penjelasnya.
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme mengandung arti penaralan dengan logis. Dimana setiap ada kalimat utama yang diikuti dengan kalimat penjelasnya maka dapat ditarik kesmipulan berdasarkan kalimat yang ada. Silogisme memiliki dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
Jenis-jenis deduktif silogisme adalah :

ü  Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

ü  Silogisme Hipotetik

Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik

ü  Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

ü  Silogisme Disjungtif

Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.

ü  Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.

sunber :




Rabu, 13 Maret 2013

PENALARAN DENGAN METODE INDUKTIF


Menurut Wikipedia, penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Jadi sebenarnya tanpa disadari, manusia dengan tidak sadar telah melakukan penalaran. Penalaran bukan hanya menjadi bahan ajar bahasa Indonesia, tetapi hal yang biasa dilakukan oleh tiap-tiap individu. Sehingga jika diartikan kedalam bahasa sehari-hari, penalaran adalah hal yang dilakukan oleh panca indra kemudian diproses menjadi suatu kesimpulan yang menghasilakan pengertian yang dapat dimengerti oleh akal pribadi kita. Seperti contohnya, kita melihat bahwa pada saat terjadi banjir yang terjadi pada Jakarta karena salah satu faktornya disebabkan oleh maraknya membuang sampah secara sembarang oleh masyarakat yang tinggal.
Dalam melakukan penalaran, salah satu metodenya adalah metode induktif. Metode induktif yaitu yaitu penarikan kesimpulan dari pernyataan yang bersifat khusus kesuatu yang bersifat umum.[1] Metode ini digunakan untuk melihat secara detail sesuatu. Metode induktif sendiri terbagi kedalam 3 macam, yaitu paragraf generalisasi, paragraf analogi dan paragraf kausal (sebab-akibat).
Paragraf generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati lalu ditarik kesimpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Secara umum, generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati.
Sebagai contoh dari paragraf generalisasi :
Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar memperkirakan bahwa kekeringan di sejumlah daerah tidak akan mengganggu stok beras nasional. Bahkan, rencana impor 2007 akan diundur untuk 2008 karena produksi beras dalam negeri dalam beberapa bulan mendatang mencukupi kebutuhan nasional. Mustafa menjelaskan bahwa stok beras per Juli 2007 sebanyak 1,63 juta ton cukup untuk kebutuhan nasional selama 7 bulan. Rencana pengadaan 1,8 juta ton tahun ini sudah terpenuhi 1,53 juta ton dari pembelian beras petani. Impor beras 2008 diperkirakan hanya 1,3 juta ton, lebih sedikit 200.000 ton dari rencana impor tahun 2007. Dengan demikian, cadangan beras nasional masih dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dan tidak perlu dikhawatirkan sampai akhir 2007.
Yang kedua yang akan dibahas adalah tentang paragraf analogi. Analogi sendiri memiliki arti ‘diibaratkan’ untuk memudahkan menjelaskan sesuatu yang terjadi disekitar kita. Pengertian dari paragraf analogi adalah proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian dan terhadap sejumlah gejala khusus yang memiliki kesamaan, kemudian ditarik kesimpulan.
Agar lebih memahami paragraf analogi, berikut merupakan contoh dari paragraf analogi :
Perubahan alam semesta yang mengembang dapat dijelaskan dan disimpulkan dari apa yang terjadi pada balon karet yang dikembungkan. Sebelumnya, balon karet itu diwarnai. Ketika dikembungkan, warna pada balon karet itu ikut mengembang. Semakin besar balon itu mengembang, semakin pudar warnanya. Warna itu memudar karena warna makin berkurang dan mengembang. Cahaya bintang-bintang di angkasa juga semakin berkurang intensitasnya. Para ahli menyimpulkan bahwa bintang-bintang itu makin menjauh dari kita dan alam semesta pun mengembang.
 Sedangkan untuk paragraf kausal atau sebab-akibat memiliki pengertian bahwa penalaran yang dimulai dengan mengemukakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada kesimpulan yang merupakan akibat. Dimana sebab sebagai ide pokok dan akibat sebagai ide penjelas. Akan diuraikan contoh mengenai paragraf kausal (sebab-akibat) agar mudah membedakan antara paragraf generalisasi, paragraf analogi dan paragraf kausalnya sendiri. Ini merupakan contoh dari paragraf kausal :
Sepuluh tahun yang lalu hutan bakau dibabat habis-habisan. Lahan bekas hutan bakau didisulap menjadi tambak-tambak udang windu. Memang, pada waktu itu pengusaha udang windu memperoleh keuntungan besar karena harganya sangat mahal di luar negeri. Akan tetapi, setelah udang windu tidak laku lagi di pasaran internasional, para pengusaha kembali ke kota dan meninggalkan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari pembabatan hutan bakau yang telah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Laut menjadi tercemar karena hutan bakau yang berfungsi sebagai penyaring limbah yang masuk ke laut sudah tidak ada lagi. Saat ini, puluhan ribu nelayan sulit menghidupi keluarganya karena tidak ada ikan yang bisa ditangkap di tepi pantai

[1] Sutrisno Hadi, Metodologi Research, jilid 2, Cet. XVII: (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM, 1985), hlm. 242.
http://pengertianpengertian.blogspot.com/2012/05/pengertian-metode-induktif.html
http://mulyanto36.wordpress.com/2011/08/06/menyimpulkan-informasi-dengan-teknik-induktif-dan-deduktif
http://dedisetiawan.com/pengertian-paragraf-induktif-deduktif-generalisasi-analogi-dan-sebab-akibat
http://carapedia.com/paragraf_analogi_info697.html
http://carapedia.com/paragraf_generalisasi_info1968.html
http://carapedia.com/paragraf_sebab_akibat_info1966.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Sabtu, 22 Desember 2012

PENGARUH INDIVIDU



Pengertian kelompok adalah merupakan kumpulan dari tiap-tiap individu karena memiliki kesamaan yang sejenis. Pengaruh individu juga termasuk kedalam perilaku konsumen. Oleh sebab itu pengaruh individu dalam kelompok juga memberikan andil yang berarti. Jenis pengaruh kelompok referensi tertentu untuk alasan yaitu:
a.)   Mendapatkan pengetahuan yang berguna.
b.)   Mendapatkan ganjaran (rewards) atau menghindari hukum.
c.)   Memperoleh makna untuk membentuk, memodifikasi data mempertahankan konsep diri mereka.
Kelompok ibu-ibu PKK misalnya, mereka mempunyai kesamaan yang membuat mereka membentuk kelompok tersebut. Dalam setiap perkumpulannya terjadi interaksi antar individu yang bisa memberikan informasi. Biasanya jika ada produk murah dan bagus ibu-ibu tersebut akan secara mudah mempromosikan barang yang telah dibeli dan digunakan. Mereka akan memberikan masukan yang juga akan berdampak pada perilaku konsumen. Seperti halnya ada sebuah produk sabun cuci XYX yang sedang mengadakan promosi. Lalu akan menceritakan pengalamannya dalam menggunakan produk tersebut. Saat ibu-ibu yberada diswalayan mereka juga pasti akan melakukan uji ‘coba-coba’ jika merasa cocok akan melanjutkan untuk terus menggunakan prosuk tersebut. Pada kondisi lain, ada ibu-ibu yang tidak dengan sengaja membeli produk sabun cuci tersebut karena penasaran atas tawaran promosi yang diberikan. Pengaruh individu sangat kuat dalam memberikan informasi untuk dievalusi lebih lanjut oleh konsumennya.
Dengan kata lain bahwa kata-kata dapat mempengaruhi perilaku konsumen, ini dapat juga dilihat dari banyaknya orang pemasar memberikan iklan dalam bentuk kata-kata yang menarik perhatian konsumen. Dampak positif komunikasi inilah yang menjadi landasan dan tujuan dalam mempelajari perilaku konsumen dalam pengaruh individu.














Selasa, 18 Desember 2012

SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN



Dalam perilaku konsumen terdapat model mempelajari sumber daya konsumen dan pengetahuan. Isi dari model tersebut adalah Sumberdaya ekonomi, Sumberdaya sementara, Sumberdaya kognitif. Kandungan pengetahuan, Oganisasi pengetahuan, Mengukur pengetahuan. Yang menandakan bahwa sumber daya konsumen merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan oleh subjek dalam menggunakan barang dan jasa. Berikut merupakan uraian dari sumber daya ekonomi, sumber daya sementara dan sumber daya kognitif:
1.)   Sumber daya ekonomi merupakan potensi sumber daya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan ekonomi yang ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumber daya alam lain. Misalnya :
a. Penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.
b.    Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable or exhaustible resources).
2.)   Sumber daya sementara Waktu merupakan variable yang semakin penting dalam memahami perilaku kegiatan konsumen,karena konsumen mayoritas semakin mengalami kemiskinan akan waktu.namun demikian ada Barang yang Menggunakan Waktu yang sangat pribadi yaitu waktu senggang. Berikutnya sumber daya kognitif produk yang diklasifikasikan menurut sifat waktu konsumen disebut barang waktu atau Time Goods yang terdiri dari:
a.    Barang yang menggunakan waktu. Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib).
b.    Barang Penghemat Waktu. Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka.
Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.
3.)   Sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya skema-skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya, dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme. Sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan proses penyesuaian. Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya.
4.)   Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
Dari beberapa yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan konsumen dapat mempengaruhi sumber daya ekonomi. Ini dapat dilihat bahwa konsumen melakukan hal yang lebih efektif untuk mendapatkan brang dan jasa yang diinginkan atau dibutuhkan. Untuk itu ahli pemasar harus bisa mempelajari perilaku konsumen dari segi sumber daya yang telah diuraikan sebelumnya.





Kamis, 13 Desember 2012

SIKAP, MOTIVASI DAN KONSEP DIRI




Dalam mempelajari perilaku konsumne juga kita harus mempelajari sikap, motivasi dan konsep diri. Seorang pemasar harus mampu menganalisa dari setiap kejadian yang dilakukan oleh konsumen untuk menarik kesimpulan dan menggunakan metode yang akan digunakan untuk melakukan pemasaran nanti kedepannya. Sikap dalam perilaku konsumen ini pasti berbeda tiap-tiap orangnya, oleh karenanya ditinjau ulang untuk memahami setiap sikap yang diberikan konsumen agar produsen mengetahui secara garis besar keinginan dan kebutuhan konsumennya. Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu :
a.    Kognitif (cognitive). Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu.
b.    Afektif (affective). Menyangkut masalah emosional  subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap.Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu.
c.    Konatif (conative). Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi (Notoatmodjo ,1997).

Selanjutnya mempelajari motivasi yang dilakukan oleh konsumen dalam perilakunya terhadap produk yang dibeli. Selain sikap, motivasi juga mempengaruhi tindakan konsumen. Salah satu teori motivasi menurut Abraham Maslow (1943-1970) :
a.    Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
b.    Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
c.    Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
d.    Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
e.    Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

Mempelajari konsep diri, konsep diri ini dapat diambil dari perilaku konsumen yang membeli produk. Konsep diri biasanya mengandalakan kebiasaan konsumen dalam membeli sebuah produk. Seorang remaja yang menajdi konsumen pasti membeli barang-barang seperti parfum tidak mungkin membeli bumbu masak. Untuk itu konsep diri ini sudah terpogram dengan baik sesuai dengan keadaan konsumen pada saat itu.

Dalam memperkirakan perilaku konsumen dapat menggunakan data yang ada biasanya dalam bentuk kuisioner yang kemudian diolah secara ilmiah menggunakan statistik. Lalu dilakukan pembahasan agar dapat ditarik kesimpulan. Saat data yang sudah diolah disajikan dengan begitu pemasar akan lebih mudah dalam mengambil keputusan dalam memasarkan produknya.









Selasa, 11 Desember 2012

PEMBELIAN



Sering kali kita sebagai masyarakat melakukan transaksi dalam pembelian. Keadaan ini tidaklah memandang umur. Tua muda remaja dan anak-anak pun telah terbiasa melakukan transaksi ini. Namun terkadang, konsumen tidak begitu memerhatikan pengertian dari pembelian. Pembelian sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang atau jasa yang dibutukan perusahaan dalam menjalankan usahanya dari pemilihan sumber sampai memperoleh barang. Pembelian yang dilakukan adalah sebagai contoh Riry pergi ketoko swalayan untuk membeli penyedap rasa. Pembelian yang dilakukan oleh Riry adalah pembelian yang bisa saja sering dilakukan olehnya. Karena pembelian ini berbeda dengan pembelian yang dilakukan dengan ‘coba-coba’ dan alternative. Ini merupakan salah satu dari bentuk proses pembelian. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelian adalah psikologis, meliputi motivasi, persepsi, belajar, kepribadian dan sikap.
3 indikator dalam proses pembelian adalah :
1.)  Adanya kebutuhan,
Kesenjangan antara factual dengan keadaan yang diinginkan konsumen. Kebutuhan ini dapat dirasakan baik melalui rangsangan dari luar maupun dari dalam konsumen seperti lapar dan haus.
2.)  Pencarian informasi sebelum pembelian
Informasi dibutuhkan sebagai alat pertimbangan dari berbagai alternative yang ada. Informasi tersebut, dikumpulkan dalam jumlah lebih dari satu yang dapat mempunyai kesamaan, melengkapi bahkan berbeda dalam keberadaannya. Persamaan informasi mendukung  daya kepercayaan dimana perbedaan memberikan alasan untuk mengevaluasi kesesuaian dengan kebutuhan maupun keinginan konsumen.
3.)  Evaluasi alternative
Perbandingan dari berbagai alternative yang tersedia sehingga diperoleh pilihan terbaik.
Konsumen yang baik biasanya memiliki alternative dalam setiap pembelian. Ini dilakukan agar pada saat barang atau produk yang biasanya dibeli sedang tidak ada maka bisa menggunakan produk yang lain. Sebenarnya dengan secara tidak sadar konsumen sudah menentukan pembelian alternatifnya. Misal, jika konsumen terbiasa makan mie XXY kemudian mie tersebut tidak ada konsumen tetap membeli mie namun bukan merk XXY. Ini akan menjadi salah satu perusahaan untuk berusaha tetap ada terjangkau oleh pasar konsumen hingga bagian terpencil sekalipun. Adapun contoh lainnya seperti, konsumen yang pergi ke supermarket hendak membeli sabun mandi, namun karena produk alternatifnya sedang melakukan promosi maka konsumen tersebut bisa saja membeli produk alternative bukan produk yang biasanya dibeli. Disisi lain, dalam keadaan akan membeli sabun ternyata ada promosi dalam pembelian pasta gigi. Konsumen yang hanya berniat membeli sabun bisa saja jadai membeli pasta gigi. Hal yang tidak mungkin terjadi bisa saja terjadi jika hal tersebut dapat menarik minat konsumen.
Sumber-sumber pembeliaan yang dilakukan konsumen beragam. Untuk itu manajer harus sigap dalam mengetahui setiap keinginan konsumennya kemudian mengemas hal tersebut kedalam bentuk yang dapat menarik perhatian konsumen seperti halnya pemberian potongan dalam promosi produk yang akan dijual.



Sabtu, 01 Desember 2012

PENGARUH KELUARGA DAN RUMAH TANGGA



Pengaruh dalam perilaku konsumen yang lain adalah pengaruh keluarga dan rumah tangga. Keluarga juga dapat mempengaruhi pola pikir, sikap, motivasi, dan kebiasaan. Tiap-tiap keluarga menggunakan sabun mandi yang berbeda-beda. Ataupun menggunakan pasta gigi yang tidak sama. Ini wajar saja, karena setiap keluarga memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda pula. Pengertian keluarga menurut Wikipedia Indonesia adalah Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. Sedangkan pengertian rumah tangga adalah suatu rumah tangga yang menggunakan pendapatan atau kekayaan dengan cara tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Kegiatan rumah tangga meliputi berikut ini :
a.)   Memiliki dan menyediakan faktor produksi.
b.)   Memperoleh imbalan balas jasa atas penyerahan faktor produksi yang berupa sewa, upah, bunga dan laba.
1.)   Sewa (rent) adalah balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misal perusahaan.
2.)   Upah adalah balas jasa yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam produksi.
3.)   Bunga adalah balas jasa yang diteirma dari perusahaan karena telah emnggunakan sejumlah dana untuk modal usaha persuaahan dalam kegaitan produksi.
4.)   Laba (provit) adalah balas jasa yang diterima karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya mengelola perusahaan, sehingga kegiatan ekonomi dapat terlaksana.
Peranan rumah tangga konsumen sebagai berikut :
1.    Rumah tangga berperan sebagai pemasok faktor produksi pada perusahaan untuk kegiatan produksi.
2.    Rumah tangga sebagai pemakai (konsumen) barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan lain.
Setelah pengertian keluarga dan rumah tangga telah diuraikan maka jelaslah perbedaan diantara keduanya.
Penentu keputusan pembelian biasanya terletak kepada siapa yang akan menggunakan barang dan jasa tersebut. Jika sabun mandi, sabun cuci keputusan ada pada ibu, karena hanya ibu yang mampu untuk mengerti bagaimana cara membeli sabun cuci. Sedangkan untuk cukur jenggot, bapaklah yang menentukan pembelian. Karena bapak yang akan sering menggunakan alat tersebut. Untuk parfum, tergantung dari individu-individu yang berada didalam rumah karena tiap orang tidak sama. Variable social didalam keluarga juga berbeda. Ini dapat menentukan arah perilaku konsumen juga. Variable social ini tegantung dari individu bergaul di lingkungannya.
Konsep Family Life Cycle (FLC) merupakan alat untuk menggambarkan serangkaian tahap perkembangan kebanyakan keluarga. Cenderung perkembangan keluarga cenderung mengalami perubahan namun konsep FLC tetap merupakan alat pemasaran yang berguna. Analisis ini memungkinkan pemasar membagi keluarga dari segi serangkaian tahap sepanjang hidup sebuah unit keluarga. Untuk menggambarkan realitas berbagai macam tatanan keluarga dan gaya hidup sekarang, maka konsep FLC dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
1.    Skema FLC tradisonal
Untuk tradisional terdiri dari 5 tahap dasar :
1.)   Tahap I masa lajang, orang muda lajang hidup terpisah dari orang tua.
2.)   Tahap II, pasangan yang berbulan madu.
3.)   Tahap III, orang tua, mempunyai satu anak dan tingggal serumah.
4.)   Tahap IV, pasca-orang tua, suami istri yang sudah tua, anak-anak tidak tinggal serumah.
5.)   Tahap V, disolusi, seorang suami atau isatri yang masih hidup.
2.    Tahap-tahap FLC alternative
Tahap ini melengkapi tahap FLC trasional yang tidak bisa mewakili semuanya. Sehingga ada :
1.)   Rumah tangga keluarga dari : pasangan yang tidak mempunyai anak, pasangan terlambat menikah, orang tua tunggal, dan keluarga diprluas (misalnya anak-anak dewasa kembali kerumah untuk menghindari biaya tinggi karena mengejar karier.)
2.)   Rumah tangga bukan keluarga : pasangan tidak menikah, pasangan bercerai tanpa anak, orang lajang dan jana/duda yang sudah tua.
Perubahan struktur keluarga dan rumah tangga ini akan berdampak pada perilaku konsumen dalam membeli produk. Dengan menggunakan metode riset maka pemasar akan mendapatkan analisis yang tepat dari pengaruh keluarga dan rumah tangga dalam pembelian produk.












PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI



Pengaruh kebudayaan terhadap pembelian dan konsumsi juga mempengaruhi dalam perilaku konsumen. Pengertian mengenai kebudayaan menurut Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Sedangkan menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Dan menurut Wikipedia kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Dalam kalimatnya terdapat memengaruhi tingkat pengetahuan, ini menjelaskan bahwa kebudayaan juga dapat mempengaruhi pembelian dan konsumsi. Oleh sebab itu, pemasar juga harus mempelajari kebudayaan dari tiap daerahnya pada saat memasarkan produk. Kebudayaan bersifat turun temurun sehingga kuat pengaruhnya terhadap masyarakat. Kebudayaan sendiri didapatkan dari lingkungan dimana masyarakat tersebut tinggal.
Kebudayaan tiap-tiap daerah berbeda, itu sebabnya pemasar harus semakin kreatif dalam memasarkan produknya. Bisa dalam bentuk potongan harga dan promosi bentuk lainnya. Perubahan kebudayaan tidak bisa langsung dengan cepat. Pergerakannya lambat dan tidak bisa ditebak. Percampuran dari kebudayaan luar dapat juga masuk dan mempengaruhi kebudayaan tersebut. Jika pemasar salah menganalisis mengenai kebudayaan yang ada maka akan sulit barang dan jasa tersebut masuk kedalam pasar.