Minggu, 11 November 2012
Evaluasi alternatif sebelum pembelian
Konsumen
sebelum melakukan pembelian, biasanya melakukan beberapa evaluasi kecil yang
tidak sadar dilakukan. Misalkan pada bulan mei konsumen membeli pasta gigi
merek “OPQ” lalu pada bulan juni konsumen membeli pasti gigi yang bermerk “RST”
karena pada bulan tersebut produk “RST” sedang melakukan promosi. Pada bulan
juli konsumen akan sedikit melakukan evaluasi saat akan mengambil produk pasta
gigi. Sebelum mengambil barang yang akan dibeli, konsumen tersebut
mengingat-ingat tentang pengalamannya menggunakan kedua pasta gigi. Jika ternyata
konsumen setelah melakukan evaluasi sendiri mengambil pasta gigi yang bermerk “OPQ”
maka konsumen tersebut telah mengambil keputusan sebelum membeli. Ini yang
biasanya dianalisis oleh para manajer perusahaan untuk membaca perilaku
konsumen dari segi evaluasi alternative sebelum pembelian.
Beberapa
pengertian evaluasi menurut :
1. 1. MEHRENS & LELMAN, 1978 : Evaluasi adalah
suatu proses dalam merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang
sangat diperlukan untuk membuat alternatif - alternatif keputusan.
2. 2. I KETUT GEDE YUDANTARA : Evaluasi merupakan
kelanjutan dari suatu rencana kerja yang peranannya sangat dibutuhkan karena
evaluasi merupakan latihan yang memperkaya logika dan analisa.
Ditarik kesimpulan bahwa evaluasi merupakan lanjutan
kegiatan proses dalam melakukan tindakan setelah melakukan tindakan sebelumnya.
Konsumen dalam melakukan evaluasi akan melakukan evaluasi alternative. Misalnya
dalam supermarket konsumen hanya menemukan pasta gigi selain “OPQ”, maka
konsumen yang telah memiliki evaluasi alternative akan mengambil pasta gigi
yang bermerk “RST” yang pada dasarnya karena telah pernah mencoba prosuk
tersebut. Manajer harus bisa menaksir alternative pilihan konsumen berdasarkan
produk yang dipasarkan dan kebiasaan konsumen dalam membeli produk. Setelahnya jika
sudah mendapatkan taksirannya maka melakukan tindakan penyeleksian terhadap alternative
pembelian dalam pengambilan keputusan.
Sumber : CARAPEDIA
PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI
Salah
satu faktor keputusan konsumen dalam pembelian dan memilih konsumsunya adalah
pengaruh kebudayaan. Kebudayaan merupakan kebiasaan yang ada pada setiap diri
masyarakat yang dilakukan secara berulang dan terus-menerus. Kebudayaan khususnya
di Indonesia ada banyak sekali, pertama dipengaruhi oleh masing-masing daerah,
kedua dipengaruhi oleh pola pikir.
Dalam option yang pertama, kebudayaan yang
dipengaruhi oleh masing-masing daerah merupakan kebudayaan yang berdasarkan
sikap dan perilaku masyarakat yang berada disekelilingnya. Sebagai contoh
kebiasaan orang tua untuk membeli sabun mandi bermerek “XYZ”, sejak kecil sang
anak telah mengenal saat ia mandi menggunakan sabun mandi merek “XYZ” sehingga
saat sudah dewasa, jika porduk tersebut masih ada dipasaran maka akan membeli
sabun yang bermerek sama. Besar kemungkinan karena dipengaruhi oleh kebiasaan
keluarganya menggunakan sabun “XYZ” yang menimbulkan efek kenyamanan terhadap
produk tersebut.
Untuk option yang dipengaruhi oleh pola pikir adalah jika
orang tersebut keluar dari lingkungan, maksudnya menemukan hal lain selain
kebiasaan yang dilakukan. Ini biasanya terjadi pada masyarakat yang mengalami
perpindahan dari kota asal. Saat orang tadi menggunakan sabun merek “XYZ” lalu
pindah ke luar kota dan mendapatkan sabun dengan merek “ABC” dengan harga dan
kualitas yang sama maka orang tersbut bisa saja berpindah jenis sabun. Keadaan ini
bisa saja terjadi saat sabun merek “ABC” tidak didapatkan pada daerah yang
bersangkutan, sehingga yang lebih dikenal oleh masyarakat adalah sabun bermerk “XYZ”.
Pada era global seperti saat ini, pengaruh-pengaruh mudah sekali masuk kedalam
kebudayaan masyarakat.
Faktor komunikasi yang lebih cepat yang menjadikan
pengaruh-pengaruh kebudayaan turut serta terhadap pembelian dan konsumsi
konsumen. Jelas, pengaruh kebudayaan bisa ditelaah untuk menganalisis perilaku
konsumen. Manajer perusahaan menjadikan ini sebagai peluang dalam mengembangkan
strategi. Apalagi di Indonesia pengaruh kebudayaan masih sangat kuat.
ALAY VS PEMASARAN
Semakin gencar
tulisan-tulisan alay di Indonesia. Sebenarnya apa dasar dari kata alay yang
dimaksud. Kata alay merupakan singkatan dari anak layangan, yang berarti anak
kampungan alias berlebihan dan norak tidak sesuai tempat. Namun sebenarnya,
alay merupakan penulisan sebuah kata dengan symbol yang tidak semestinya atau
tidak pada tempatnya dengan disertai penulisan berdasarkan kecap pada mulut
atau suara yang diucapkan.
Bagi beberapa orang, alay adalah hal yang
menggelikan, menggelikan karena aneh untuk diucapkan. Ada lagi beberapa orang
menyatakan tulisan alay menyebalkan karena susah untuk dibaca. Ada beberapa
orang lagi yang mengatakan lucu karena untuk seru-seruan semata. Alay dipopulerkan
oleh para remaja yang biasanya sedang mengalami pubertas. Dimana emosi untuk
rasa mencoba begitu menggebu-gebu atau labil, mencoba disini berexperimen
terhadap bentuk penulisan yang tidak baku.
Para menejer pemasaran melihat
fenomena ini sebagai kesempatan yang unik untuk dijadikan peluang pemasaran. Saat
ada beberapa orang tidak mengindahkan bahasa alay dan beberapa orang lagi
menyukainya, menejer pemasaran mengambil tindakan dalam celah sempit tersebut. Iklan
merupakan salah satu alat pemasaran yang digunakan untuk memasarkan produk.
Dengan
iklan masyarakat lebih mudah menangkap isi maksud dan tujuan iklan produk
tersebut. Rata-rata orang Indonesia melihat telivisi setiap harinya atau
melewati jalanan dalam iklan berbentuk baliho. Sebagai contoh, manajer
pemasaran salah satu provider membuat iklan dengan bahasa “ciyus miapah” (read
: serius demi apa). Iklan ini diminati banyak orang, sehingga pada saat
penjualan produk masyarakat sudah mengenali produk tersebut. Kesuksesan penjualan
dipengaruhi juga oleh departemen pemasaran. Oleh karenanya orang pemasaran
haruslah jago membaca peluang pasar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa apapun yang
terjadi pada era globalisasi yang selalu dikejar waktu ini harus bisa
dikondisikan dengan baik. Artinya, harus bisa mengembangkan kreativitas,
menggali diri dan yang terpenting go ahead! “ciyus????miapah?” | “mie ayam juga
enak” XD hahahah
Kamis, 01 November 2012
PERILAKU KONSUMEN WANITA TERHADAP PRODUK MUTIARA
Kaum
wanita memiliki perasaan yang lebih peka dibandingkan dengan pihak pria. Ini yang
menjadikan wanita lebih menyukai keindahan dan kelembutan. Dalam memasarkan
produk mutiara air tawar yang saya lakukan dengan teman-teman dikampus,
hasilnya cukup menarik. Banyak wanita yang tertarik dengan gelang, cincin,
kalung dan bros yang dihiasi dengan mutiara air tawar dari NTB (Nusa Tenggara
Timur).
Ini bisa menjadi sasaran yang baik untuk memasarkan produk. Salah satu
perilaku konsumen wanita mengaku bahwa ia sangat menyukai pernak-pernik gelang
yang bisa ia gunakan untuk pergi ke acara formal maupun hanya bermain dengan
teman. Menjadi daya tarik untuk dianalisis bahwa membeli produk bukan hanya
sekedar untuk pelengkap gaya, namun sebagai kebutuhan dalam bergaya. Ini salah
satu tangkapan hasil analisis yang sangat sederhana. Jika riset ini dilakukan
dengan lebih formal, maka penjualan produk pun lebih mudah untuk tepat sasaran.
Wanita juga memiliki tingkat emosional tinggi dalam pembelian sebuah produk. Ini
ada kaitannya dengan perilaku konsumen juga, diamana bisa dimanfaatkan untuk
mengambil peluang. Wanita dalam memilih produk sebagian besar dilakukan untuk
memenuhi kepuasaan bathinnya. Tidak melihat seberapa besar kegunaan dan
seberapa pentingnya. Menurutnya sangat penting untuk ‘kebutuhan’ melengkapi
penampilan. Semoga kedepannya bisa dilakukan riset yang bisa mendapatkan hasil
yang dapat diproses lebih lanjut.
Sabtu, 13 Oktober 2012
PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS
PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS
Kelas social dan status juga dapat
mempengaruhi perilaku konsumen. Ini terlihat jelas pada pusat-pusat
perbelanjaan. Pasar dapat merangkul kelas menengah kebawah sedangkan mall dapat
merangkul kalangan menengah keatas. Perusahaan sebelum memasarkan produk harus
mengidentifikasi produk tersebut kedalam 3 golongan, golongan keatas, golongan
menengah, golongan kebawah. Saat perusahaan sudah dapat memprediksi produk yang
dimaksud dapat dipasarkan.
Menurut Bilson Simamora dalam bukunya
yang berjudul panduan riset perilaku konsumen, kelas social adalah susunan yang
relative permanen dan teratur dalam suatu masyarakat yang anggotanya mempunyai
nilai, minat dan perilaku yang sama. Kelas social tidak ditentukan oleh factor tunggal
seperti pendapatan tetapi diukur sebagai kombinasi pekerjaan, pendapatan,
pendidikan kekayaan dan variable lainnya. Kelas social memperlihatkan
preferensi produk dan merk yang berbeda. Pengukuran kelas social tidak bisa
dinilai secara angka, tapi bisa dilihat dari kemampuan seseorang untuk membeli
produk. Seperti contoh seorang direktur dapat membeli mobil, sedangkan penjahit
dapat membeli sepeda motor saja. Kelas social bukan keadaan yang permanen, bisa
berubah sewaktu-waktu menurut situasi dan kondisi. Misalkan, seorang penjahit
tersebut mendapatkan hadiah 1 milyar. Maka penjahit tersebut dapat membeli
sebuah mobil seperti seorang direktur. Sehingga benar dapat dikatakan bahwa
pendapatan bukan merupakan penentu kelas social. Saat penjahit akan membeli
mobil, penjahit tersebut menjadi target perusahaan. Dengan demikian perusahaan
dapat mensegmentasi pasar dengan keadaan social, maksudnya untuk mempermudah
memasarkan produk sesuai kemampuan konsumen. Sehingga perusahaan masih bisa
mendapatkan kepuasaan dari konsumen atas produk yang telah dibeli.
PENGARUH SITUASI
PENGARUH
SITUASI
Dalam
pasar, ada hal yang disebut situasi tak terduga. Misalkan, pembeli akan membeli
kebutuhan bulanan. Saat melewati lorong barang, ada promodi tentang produk
diterjen sabun pencuci pakaian yang akan dibeli oleh pembeli. Promo tersebut
mengatakan “beli 5 gratis 1”. Sehingga konsumen yang tadinya hanya akan membeli
3 bungkus sabun malah menjadi membeli 5 bungkus sabun agar mendapatkan gratis 1
bungkus sabun diterjen dari produk yang bersangkutan. Contoh kasus lain pada
saat pemebeli tersebut berada dalam antrian kasir, pembeli yang sudah hilir
mudik berbelanja melihat botol-botol minuman. Padahal pembeli tersebut tidak
berniat membeli minuman. Hanya karena situasi pada saat itu pembeli sedang
merasa kehauasan. Inilah situasi yang bisa menjdai salah satu strategi “mengambil
hati” para konsumen. Biasanya disebut sebagai pengaruh situasi tak terduga.
Interaksi
individu berkaitan erat dengan situasi. Karena individu berpegang andil dalam
situasi tersebut. Jika saja pembeli tadi tidak merasa kehausan, maka tidak akan
membeli botol minuman yang terpajang didekat kasir.
Disini ada ulasan
mengenai tipe-tipe situasi konsumen menurut Rusell W.
Belk, Pengaruh situasi dapat dipandang sebagai
pengaruh yang timbul dari factor yang khusus untuk waktu dan tempat yang
spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik objek .
situasi konsumen dapat dipisahkan kedalam tiga jenis utama : situasi komunikasi, situasi pembelian,dan situasi
pemakaian.
Situasi komunikasi
Situasi komunikasidapat didefiisikan sebagai latar dimana konsumen
dihadapkan kepada komunikasi pribadi atau non pribadi. Komunikasi pribadi akan
mencakupi percakapan yang mungkin diadakan oleh konsumen dengan orang lain,
seperti wiraniaga atau sesama konsumen. Komunikasi non pribadi akan melibatkan
spektrum luas stimulus, seperti iklan dan program serta publikasi yang
berorientasi konsumen. Konsumen memperolah informasi melalui :
1.
Komunikasi lisan dengan teman, kerabat, tenaga penjual atau
wiraniaga.
2.
Komunikasi non-pribadi, seperti iklan TV, radio, internet, koran,
majalah, poster, billboard, dsb.
3.
Informasi diperoleh langsung dari toko melalui promosi penjualan,
pengumuman, di rak dan di depan toko.
Situasi pembelian
Situasi pembelian mengacu pada latar dimana konsumen memperoleh
produk dan jasa. Pengaruh situasi sangat lazim selama pembelian. Konsumen yang
melihat sebuah iklan yang menawarkan barang akan tertarik dengan iklan tersebut
jika iklan tersebut dinilai tidak merugikan dirinya dan barang tersebut akan
berguna untuk dirinya. Contonya : seseorang membeli sebuah barang yang mendapat
potongan harga, setelah melihat di spanduk yang terpasang di jalan.
Situasi pemakaian
Situasi pemakaian yang
mengacu pada latar dimana konsumsi terjadi. Konsumsi produk kerap terjadi
didalam latar yang sangat jauh, baik secara fisik maupun temporal, dari latar
dimana prduk diperoleh.
1.
Lingkungan
sosial yang
mencirikan situasi pemakaian dapat mempunyai pengaruh penting pada perilaku
konsumen.
2.
Waktu dimana pemakaian terjadi mungkin pula
mempengaruhi perilaku konsumen. Sebagai contoh, konsumsi makanan sangat
bergantung pada waktu dalam satu hari.
Sumber :
wartawarga Univeristas Gunadarma
Selasa, 12 Juni 2012
BATAS NKRI DAN PULAU-PULAU TERLUAR
BATAS WILAYAH
NKRI
Indonesia mempunyai perbatasan darat dengan tiga negara tetangga, yaitu Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sementara perbatasan laut dengan sepuluh negara tetangga, diantaranya Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, India, Thailand, Australia, dan Palau.
Indonesia mempunyai perbatasan darat dengan tiga negara tetangga, yaitu Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sementara perbatasan laut dengan sepuluh negara tetangga, diantaranya Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, India, Thailand, Australia, dan Palau.
SEBARAN PULAU-PULAU TERLUAR
Berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan oleh DISHIDROS TNI AL, terdapat 92 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, diantaranya :
1. Pulau Simeulucut, Salaut Besar, Rawa, Rusa, Benggala dan Rondo berbatasan dengan India
2. Pulau Sentut,, Tokong Malang Baru, Damar, Mangkai, Tokong Nanas, Tokong Belayar, Tokong Boro, Semiun, Subi Kecil, Kepala, Sebatik, Gosong Makasar, Maratua, Sambit, Berhala, Batu Mandi, Iyu Kecil, dan Karimun Kecil berbatasan dengan Malaysia
3. Pulau Nipa, Pelampong, Batu berhenti, dan Nongsa berbatasan dengan Singapura
4. Pulau Sebetul, Sekatung, dan Senua berbatasan dengan Vietnam
5. Pulau Lingian, Salando, Dolangan, Bangkit, Manterawu, Makalehi, Kawalusu, Kawio, Marore, Batu Bawa Ikang, Miangas, Marampit, Intata, kakarutan dan Jiew berbatasan dengan Filipina
6. Pulau Dana, Dana (pulau ini tidak sama dengan Pulau Dana yang disebut pertama kali, terdapat kesamaan nama), Mangudu, Shopialoisa, Barung, Sekel, Panehen, Nusa Kambangan, Kolepon, Ararkula, Karaweira, Penambulai, Kultubai Utara, Kultubai Selatan, Karang, Enu, Batugoyan, Larat, Asutubun, Selaru, Batarkusu, Masela dan Meatimiarang berbatasan dengan Australia
7. Pulau Leti, Kisar, Wetar, Liran, Alor, dan Batek berbatasan dengan Timor Leste
8. Pulau Budd, Fani, Miossu, Fanildo, Bras, Bepondo danLiki berbatasan dengan Palau
9. Pulau Laag berbatasan dengan Papua Nugini
10. Pulau Manuk, Deli, Batukecil, Enggano, Mega, Sibarubaru, Sinyaunau, Simuk dan wunga berbatasan dengan samudra Hindia
Berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan oleh DISHIDROS TNI AL, terdapat 92 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, diantaranya :
1. Pulau Simeulucut, Salaut Besar, Rawa, Rusa, Benggala dan Rondo berbatasan dengan India
2. Pulau Sentut,, Tokong Malang Baru, Damar, Mangkai, Tokong Nanas, Tokong Belayar, Tokong Boro, Semiun, Subi Kecil, Kepala, Sebatik, Gosong Makasar, Maratua, Sambit, Berhala, Batu Mandi, Iyu Kecil, dan Karimun Kecil berbatasan dengan Malaysia
3. Pulau Nipa, Pelampong, Batu berhenti, dan Nongsa berbatasan dengan Singapura
4. Pulau Sebetul, Sekatung, dan Senua berbatasan dengan Vietnam
5. Pulau Lingian, Salando, Dolangan, Bangkit, Manterawu, Makalehi, Kawalusu, Kawio, Marore, Batu Bawa Ikang, Miangas, Marampit, Intata, kakarutan dan Jiew berbatasan dengan Filipina
6. Pulau Dana, Dana (pulau ini tidak sama dengan Pulau Dana yang disebut pertama kali, terdapat kesamaan nama), Mangudu, Shopialoisa, Barung, Sekel, Panehen, Nusa Kambangan, Kolepon, Ararkula, Karaweira, Penambulai, Kultubai Utara, Kultubai Selatan, Karang, Enu, Batugoyan, Larat, Asutubun, Selaru, Batarkusu, Masela dan Meatimiarang berbatasan dengan Australia
7. Pulau Leti, Kisar, Wetar, Liran, Alor, dan Batek berbatasan dengan Timor Leste
8. Pulau Budd, Fani, Miossu, Fanildo, Bras, Bepondo danLiki berbatasan dengan Palau
9. Pulau Laag berbatasan dengan Papua Nugini
10. Pulau Manuk, Deli, Batukecil, Enggano, Mega, Sibarubaru, Sinyaunau, Simuk dan wunga berbatasan dengan samudra Hindia
Diantara 92 pulau terluar ini, ada 12 pulau yang harus
mendapatkan perhatian serius dintaranya:
1. Pulau Rondo
Pulau Rondo terletak di ujung barat laut Propinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD). Disini terdapat Titik dasar TD 177. Pulau ini adalah pulau terluar di sebelah barat wilayah Indonesia yang berbatasan dengan perairan India.
2. Pulau Berhala
Pulau Berhala terletak di perairan timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di tempat ini terdapat Titik Dasar TD 184. Pulau ini menjadi sangat penting karena menjadi pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, salah satu selat yang sangat ramai karena merupakan jalur pelayaran internasional.
3. Pulau Nipa
Pulau Nipa adalah salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Secara Administratif pulau ini masuk kedalam wilayah Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau. Pulau Nipa ini tiba tiba menjadi terkenal karena beredarnya isu mengenai hilangnya/ tenggelamnya pulau ini atau hilangnya titik dasar yang ada di pulau tersebut. Hal ini memicu anggapan bahwa luas wilayah Indonesia semakin sempit.
Pada kenyataanya, Pulau Nipa memang mengalami abrasi serius akibat penambangan pasir laut di sekitarnya. Pasir pasir ini kemudian dijual untuk reklamasi pantai Singapura. Kondisi pulau yang berada di Selat Philip serta berbatasan langsung dengan Singapura disebelah utaranya ini sangat rawan dan memprihatinkan.
Pada saat air pasang maka wilayah Pulau Nipa hanya tediri dari Suar Nipa, beberapa pohon bakau dan tanggul yang menahan terjadinya abrasi. Pulau Nipa merupakan batas laut antara Indonesia dan Singapura sejak 1973, dimana terdapat Titik Referensi (TR 190) yang menjadi dasar pengukuran dan penentuan media line antara Indonesia dan Singapura. Hilangnya titik referensi ini dikhawatirkan akan menggeser batas wilayah NKRI. Pemerintah melalui DISHIDROS TNI baru-baru ini telah mennam 1000 pohon bakau, melakukan reklamasi dan telah melakukan pemetaan ulang di pulau ini, termasuk pemindahan Suar Nipa (yang dulunya tergenang air) ke tempat yang lebih tinggi.
4. Pulau Sekatung
Pulau ini merupakan pulau terluar Propinsi Kepulauan Riau di sebelah utara dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 030 yang menjadi Titik Dasar dalam pengukuran dan penetapan batas Indonesia dengan Vietnam.
5. Pulau Marore
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 055.
6. Pulau Miangas
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 056.
7. Pulau Fani
Pulau ini terletak Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 066.
8. Pulau Fanildo
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072.
9. Pulau Bras
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara Kepualuan Palau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072A.
10. Pulau Batek
Pulau ini terletak di Selat Ombai, Di pantai utara Nusa Tenggara Timur dan Oecussi Timor Leste. Dari Data yang penulis pegang, di pulau ini belum ada Titik Dasar
11. Pulau Marampit
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 057.
12. Pulau Dana
Pulau ini terletak di bagian selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan langsung dengan Pulau Karang Ashmore Australia. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 121
1. Pulau Rondo
Pulau Rondo terletak di ujung barat laut Propinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD). Disini terdapat Titik dasar TD 177. Pulau ini adalah pulau terluar di sebelah barat wilayah Indonesia yang berbatasan dengan perairan India.
2. Pulau Berhala
Pulau Berhala terletak di perairan timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di tempat ini terdapat Titik Dasar TD 184. Pulau ini menjadi sangat penting karena menjadi pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, salah satu selat yang sangat ramai karena merupakan jalur pelayaran internasional.
3. Pulau Nipa
Pulau Nipa adalah salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Secara Administratif pulau ini masuk kedalam wilayah Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau. Pulau Nipa ini tiba tiba menjadi terkenal karena beredarnya isu mengenai hilangnya/ tenggelamnya pulau ini atau hilangnya titik dasar yang ada di pulau tersebut. Hal ini memicu anggapan bahwa luas wilayah Indonesia semakin sempit.
Pada kenyataanya, Pulau Nipa memang mengalami abrasi serius akibat penambangan pasir laut di sekitarnya. Pasir pasir ini kemudian dijual untuk reklamasi pantai Singapura. Kondisi pulau yang berada di Selat Philip serta berbatasan langsung dengan Singapura disebelah utaranya ini sangat rawan dan memprihatinkan.
Pada saat air pasang maka wilayah Pulau Nipa hanya tediri dari Suar Nipa, beberapa pohon bakau dan tanggul yang menahan terjadinya abrasi. Pulau Nipa merupakan batas laut antara Indonesia dan Singapura sejak 1973, dimana terdapat Titik Referensi (TR 190) yang menjadi dasar pengukuran dan penentuan media line antara Indonesia dan Singapura. Hilangnya titik referensi ini dikhawatirkan akan menggeser batas wilayah NKRI. Pemerintah melalui DISHIDROS TNI baru-baru ini telah mennam 1000 pohon bakau, melakukan reklamasi dan telah melakukan pemetaan ulang di pulau ini, termasuk pemindahan Suar Nipa (yang dulunya tergenang air) ke tempat yang lebih tinggi.
4. Pulau Sekatung
Pulau ini merupakan pulau terluar Propinsi Kepulauan Riau di sebelah utara dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 030 yang menjadi Titik Dasar dalam pengukuran dan penetapan batas Indonesia dengan Vietnam.
5. Pulau Marore
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 055.
6. Pulau Miangas
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 056.
7. Pulau Fani
Pulau ini terletak Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 066.
8. Pulau Fanildo
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072.
9. Pulau Bras
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara Kepualuan Palau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072A.
10. Pulau Batek
Pulau ini terletak di Selat Ombai, Di pantai utara Nusa Tenggara Timur dan Oecussi Timor Leste. Dari Data yang penulis pegang, di pulau ini belum ada Titik Dasar
11. Pulau Marampit
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 057.
12. Pulau Dana
Pulau ini terletak di bagian selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan langsung dengan Pulau Karang Ashmore Australia. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 121
Langganan:
Postingan (Atom)




