Kamis, 28 November 2013

SKANDAL LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN “XCS”



Perusahaan “XCS” adalah perusahaan telekomunikasi Negara “SCX” yang bermarkas disebuah kota. Perusahaan ini merupakan hasil dari penggabungan 2 perusahaan. Perusahaan ini memiliki kondisi dimana manajer melakukan tindakan yang melampaui batas dan memberikan laporan yang diselewengkan. Sejumlah eksekutif kelas atas telah dikenakan tuduhan criminal karena melakukan praktik akuntansi yang tidak sesuai. Misalnya pada bulan Juni 2002 ditemukan bahwa “XCS” telah melakukan kecurangan akuntansi terbesar dalam sejarah dengan mencatat lebih dari 11 miliar dollar biaya operasi normal sebagai pengeluaran modal, sehingga mengakibatkan laba bersih kelebihan saji sebesar jumlah tersebut.
Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan “XCS” telah menipu banyak investor-investor menawar harga saham sehingga naik menjadi 64.5 dollar, bank dan lembaga pemberi pinjaman lainnya memberikan perusahaan pinjaman sebesar lebih dari 30 miliar dollar. Kantor akuntan public perusahaan, dipersalahkan karena tidak dapat mendeteksi kecurangan ini. Pembelaan mereka adalah karena manajemen “XCS” telah berbohong. CFO “XCS” mengaku bersalah dan dikenakan hukuman 5 tahun penjara, sedangkan CEOnya dikenakan hukuman 25 tahun penjara. Setelah kejadian ini dan skandal-skandal akuntansi terakhir lainnya, lembaga pembuat regulasi dan profesi akuntansi menerbitkan standar-standar baru untuk membuat lapora keuangan yang kebiih transpara bagi investor dan untuk menciptakan lingkungan dimana manajer memiliki insentif yang kuat guna melaporkan angka yang benar.

Analisis dari penulis adalah bahwa kecurangan dapat dilakukan dengan adanya kebohongan yaitu dengan mengubah atau menggan atau memodifikasi transaksi keuangan yang terjadi dilapangan. Ini bukan karena kurangnya pengawasan ataupun kurangnya ilmu dalam melihat keadaan laporan keuangan. Ada hal yang perlu digaris bawahi, untuk melihat kondisi perusahaan tidak hanya terpaku pada satu titik yaitu laba perusahaan, melainkan harus melihat kondisi yang lain seperti halnya arus kas. Karena dalam menggerakan perusahaan harus ada arus kas. Arus kas ini dapat menjadi acuan dalam melihat kondisi perusahaan yang sebenarnya. Kasus ini menjadi contoh dalam kegiatan bisnis yang tidak beretika. Semoga kedepannya pembelajaran dari kasus ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar hati kita semua terbebas dari rasa bersalah atas bentuk kebohongan yang telah dilakukan.





sumber berita : BBCnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar